HALOBORNEO.COM, JAKARTA – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu menyoroti penguasaan lahan di Papua oleh pihak dari luar daerah serta meminta pemerintah memperkuat perlindungan terhadap tanah adat.
Pernyataan tersebut disampaikan Elisa Kambu dalam acara PAPEDA Summit 2026 di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan serta sejumlah pejabat TNI, Rabu (2/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Elisa mengatakan masyarakat Papua masih menghadapi persoalan kepemilikan dan penguasaan lahan di wilayahnya sendiri.
BACA JUGA : MUI Imbau Umat Muslim Gelar Salat Istisqa di Tengah Kemarau dan Karhutla
Menurut Elisa, kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat Papua harus tinggal atau mengontrak di tanah yang secara turun-temurun menjadi bagian dari kehidupan mereka.
“Karena kebaikan hati orang Papua, saya meminta satu hal kepada pemerintah, yakni lindungi tanah adat yang ada di Papua,” ujar Elisa.
Ia juga meminta pemerintah dan seluruh pihak terkait menjaga kelestarian hutan di Papua, termasuk di wilayah Papua Barat Daya.
“Kami tinggal di Papua ini tapi hutan sudah habis, sebab semuanya dikuasai oleh para konglomerat dan orang-orang luar,” katanya.
Elisa juga menyinggung kepemilikan usaha pertambangan di Papua yang menurutnya perlu mendapat perhatian pemerintah.
“Nanti kalau ada tambang di Papua, setelah dicek pemilik itu jenderal dan pengusaha,” ujarnya.
Pernyataan Elisa tersebut kemudian mendapat perhatian warganet di media sosial. Sejumlah netizen mengapresiasi keberaniannya menyampaikan persoalan penguasaan lahan dan tanah adat di hadapan pejabat pemerintah dan petinggi TNI.
Profil Elisa Kambu
Elisa Kambu merupakan Gubernur Papua Barat Daya yang terpilih pada Pilkada 2024. Sebelum menjabat gubernur, Elisa merupakan Bupati Asmat.
Elisa disebut telah mengabdi di Papua selama puluhan tahun. Ia mengawali karier sebagai tenaga pendamping program dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
BACA JUGA : Wamen ATR/BPN Serahkan Sertifikat MBR, Perkuat Kepastian Hukum Tanah di Kalsel
Setelah itu, ia pernah menjabat sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Sekretariat Daerah Kabupaten Merauke. Elisa kemudian dipercaya menjadi Kepala Distrik Fayit dan Kepala Distrik Agats.
Elisa selanjutnya menjabat sebagai Bupati Asmat selama dua periode sebelum terpilih sebagai Gubernur Papua Barat Daya.
Sebagai gubernur, Elisa kerap melakukan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di wilayah Papua Barat Daya.
Sumber : Wartakotalive



