BerandaOpini Lab Komputer Kita Sudah Rapi, Tapi Sudah Amankah?

[OPINI] Lab Komputer Kita Sudah Rapi, Tapi Sudah Amankah?

Oleh : Syamsiatul Ramadhani, Mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat
Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur.

Lab komputer adalah salah satu ruangan yang paling sering kita pakai di kampus. Kita duduk berjam-jam menghadapi layar untuk mengerjakan tugas, praktikum, atau ujian. Karena jarang terdengar ada kecelakaan di sana, ruangan ini kita anggap aman. Tetapi apakah
“jarang terdengar” sama dengan “aman”?

Sekilas, lab kita tampak tertib. Meja berjajar rapi, ruangan terang, dan di plafon terpasang detektor asap. Itu patut dihargai. Tetapi kalau diperhatikan lebih teliti, kabel dari perangkat di dekat podium tampak melingkar di lantai, tidak jauh dari stop kontak dan jalur orang berjalan. Beberapa kabel di bawah meja juga menjuntai tanpa pengikat.

Hal-hal seperti ini mudah dianggap sepele. Namun menurut saya, keselamatan tidak boleh
menunggu ada korban dulu.

Alat saja belum cukup

Detektor asap adalah satu lapisan pengaman. James Reason, dalam model keju Swiss, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi ketika lubang-lubang pada berbagai lapisan pertahanan kebetulan sejajar. Detektor yang berbunyi tidak banyak berguna jika jalur keluar sempit, penghuninya tidak tahu harus ke mana, atau alat pemadam tidak dikenali. Kabel yang kusut juga bisa membuat orang tersandung, merusak isolasi karena terinjak, dan menjadi sumber panas berlebih.

Risiko yang tidak kelihatan

Bekerja berjam-jam di depan komputer dengan kursi dan meja yang tidak sesuai ukuran tubuh adalah penyebab umum nyeri leher, bahu, dan pinggang. Mata lelah akibat layar juga sering dianggap biasa. Gangguan seperti ini tidak dramatis, sehingga jarang dihitung sebagai masalah K3, padahal efeknya menumpuk pelan-pelan.

Dasar hukumnya

Pasal 5 PP No. 50 Tahun 2012 mewajibkan perusahaan yang mempekerjakan paling sedikit 100 orang, atau yang memiliki potensi bahaya tinggi, untuk menerapkan Sistem Manajemen K3. Intinya, K3 adalah kewajiban yang tidak menunggu kecelakaan terjadi. Mahasiswa memang bukan pekerja, tetapi dosen, laboran, dan tenaga kependidikan yang bekerja di ruangan itu dilindungi. Semangat K3 adalah melindungi semua orang yang berada di tempat kerja.

Langkahnya murah

Kabar baiknya, perbaikannya tidak harus mahal:

  • Rapikan kabel dengan pengikat atau cable tray.
  • Batasi beban listrik pada tiap stop kontak.
  • Pastikan pintu dan jalur keluar selalu bebas barang.
  • Letakkan APAR di tempat yang mudah dilihat, lalu adakan pelatihan singkat dan simulasi evakuasi.
  • Untuk kesehatan, mulai dari edukasi posisi duduk dan jeda istirahat tiap jam, lalganti kursi dan meja secara bertahap.

Mahasiswa juga bisa ikut berperan. Kita bisa mulai dengan tahu letak pintu keluar dan APAR, lalu melapor ke laboran bila melihat kabel atau colokan yang berbahaya.

Penutup

Lab komputer adalah tempat kita menyiapkan masa depan, jadi sudah sepantasnya aman untuk ditinggali. Kampus kita sudah punya pondasinya, tinggal dilengkapi. Menyiapkan payung sebelum hujan jauh lebih murah daripada mengobati korban sesudahnya.

Penulis

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular