BerandaKalimantanKalimantan SelatanSetelah 5 Dekade, Muktamar XXI IMM Kembali Bakal Digelar di Kalsel

Setelah 5 Dekade, Muktamar XXI IMM Kembali Bakal Digelar di Kalsel

HALOBORNEO.COM JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menetapkan Kalimantan Selatan (Kalsel) sebagai tuan rumah Muktamar XXI IMM yang dijadwalkan berlangsung pada awal 2027. Forum permusyawaratan tertinggi IMM tersebut akan menjadi ajang pemilihan ketua umum dan formatur DPP IMM untuk periode kepemimpinan berikutnya.

Penetapan Kalsel merupakan tindak lanjut usulan yang mengemuka dalam Tanwir XXXIII IMM di Malang, Jawa Timur, pada Oktober 2025. Usulan tersebut kemudian dibahas dan diputuskan melalui Rapat Pleno DPP IMM. Dengan keputusan itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Kalimantan Selatan mendapat mandat untuk mempersiapkan pelaksanaan muktamar.

Sekretaris Jenderal DPP IMM, Muhammad Zaki Mubarak, mengatakan penetapan tuan rumah dilakukan melalui mekanisme organisasi sebagaimana diatur dalam Pasal 26 Anggaran Rumah Tangga (ART) IMM tentang Muktamar.

“Berdasarkan proses pengusulan dalam Tanwir XXXIII dan tindak lanjut melalui Rapat Pleno DPP IMM, Kalimantan Selatan ditetapkan sebagai tuan rumah Muktamar XXI. Keputusan ini merupakan amanah organisasi yang harus dipersiapkan secara matang dengan melibatkan seluruh elemen Ikatan,” kata Zaki.

Persiapan menuju Muktamar XXI telah memasuki tahap pra-muktamar. Pada 2–5 September 2026, DPP IMM menggelar Tanwir XXXIV di Tangerang, Banten. Forum tersebut menetapkan lima calon ketua umum DPP IMM, yakni Muh. Akmal Ahsan, Ode R. Prabtama, Devi Kurniawan, Muh. Idil, dan Ari Harahap.

Kelima kandidat akan mengikuti proses pemilihan dalam Muktamar XXI untuk memperebutkan posisi ketua umum IMM di tingkat nasional. Selain menetapkan calon ketua umum, Tanwir XXXIV juga menetapkan 52 calon formatur DPP IMM serta membahas dan merumuskan materi tanfidz yang akan disahkan dalam muktamar.

Zaki mengatakan, kontestasi kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan harus tetap diarahkan pada penguatan gerakan dan kemajuan IMM.

“Muktamar adalah ruang bersama. Perbedaan gagasan dan dinamika kontestasi pemilihan kepemimpinan baru merupakan bagian dari demokrasi organisasi, tetapi semuanya harus bermuara pada kemajuan IMM serta kontribusi yang lebih besar bagi bangsa, umat, dan Persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya.

Kalsel memiliki rekam jejak dalam penyelenggaraan forum nasional IMM. Provinsi ini pernah menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) II IMM pada 26–30 November 1967, tiga tahun setelah organisasi tersebut didirikan di Yogyakarta pada 14 Maret 1964.

Lebih dari lima dekade kemudian, Kalsel kembali menjadi tempat penyelenggaraan Tanwir XXXI IMM pada 12–14 Maret 2023. Forum tersebut menghasilkan Deklarasi Banjarmasin.

DPP IMM berharap pengalaman tersebut menjadi modal bagi Kalimantan Selatan untuk menyelenggarakan Muktamar XXI secara inklusif dan lancar. Forum ini juga diharapkan memperkuat kembali tiga pilar gerakan IMM, yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas.

DPP IMM mengajak seluruh pimpinan, kader, alumni, dan keluarga besar Muhammadiyah berpartisipasi dalam menyukseskan Muktamar XXI. Melalui forum tersebut, IMM berharap konsolidasi organisasi semakin kuat, solidaritas kader tetap terjaga, serta arah gerakan ke depan semakin relevan dengan tantangan zaman.

Editor: Ikhsan Makkawali

Penulis

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular