HALOBORNEO.COM, BANJARMASIN – Perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) membawa perubahan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Meski mampu membantu mahasiswa mengakses informasi dan menyelesaikan tugas akademik, teknologi ini dinilai belum dapat menggantikan peran dosen, terutama dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai etika.
Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Iwan Aflanie, menegaskan bahwa kehadiran AI perlu dimanfaatkan sebagai pendukung kegiatan akademik, bukan sebagai pengganti peran pendidik dalam membimbing mahasiswa.
“Dosen tidak bisa digantikan oleh AI. Teknologi ini memang mampu memberikan banyak pengetahuan dan membantu mahasiswa menyelesaikan tugas,” ujarnya kepada wartawan seusai rapat senat terbuka di Banjarmasin, Rabu (14/10/2026).
Menurut Iwan, teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh pengetahuan. Informasi kini dapat diakses dengan lebih mudah tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Kondisi tersebut membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
AI juga dapat dimanfaatkan oleh dosen untuk membantu menyiapkan materi perkuliahan, mendukung penelitian, hingga menunjang berbagai pekerjaan akademik. Namun, penggunaannya tetap perlu memperhatikan norma, etika, dan integritas agar teknologi tidak mengabaikan nilai-nilai yang menjadi dasar dalam proses pendidikan.
“Ada hal-hal yang tidak bisa diajarkan oleh AI, seperti karakter, keteladanan, integritas, dan etika,” katanya.
BACA JUGA: Dewan Pers dan DJKI Bahas Perlindungan Karya Jurnalistik di Era AI
Ia menilai pembentukan karakter mahasiswa tidak cukup dilakukan melalui penyampaian materi atau pemberian informasi. Dalam proses tersebut, dosen memiliki peran penting melalui interaksi langsung, pendampingan, serta keteladanan yang ditunjukkan dalam lingkungan akademik.
Karena itu, perkembangan AI tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai ancaman bagi dunia pendidikan. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran selama digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.
“Teknologi harus dimanfaatkan karena menjadi bagian penting dari perkembangan zaman. Jika kita tidak mengikuti perkembangan teknologi, kita berisiko tertinggal,” tutur Iwan.
BACA JUGA: iPhone 18 Pro dan Pro Max Mulai Dijual di Indonesia
Sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi di lingkungan kampus, ULM baru-baru ini menggelar pelatihan yang mencakup penyusunan proposal, penyiapan laporan penelitian, serta pembelajaran berbasis AI. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pakar dari luar negeri.
Melalui kegiatan itu, ULM berupaya meningkatkan kemampuan sivitas akademika dalam memanfaatkan teknologi untuk menunjang kegiatan pendidikan dan penelitian. Penguasaan teknologi diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan etika dan integritas, sehingga kemajuan digital tetap mendukung tujuan pendidikan dalam menghasilkan lulusan yang kompeten sekaligus berkarakter.
Editor: Rizki



