BerandaKalimantanKalimantan SelatanPemprov Kalsel Fokus Tangani Tiga Kawasan Rawan Karhutla di Banjarbaru

Pemprov Kalsel Fokus Tangani Tiga Kawasan Rawan Karhutla di Banjarbaru

HALOBORNEO.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) bersama pemerintah pusat, TNI-Polri, dan instansi terkait memfokuskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tiga kawasan yang dinilai menjadi titik krusial di Kota Banjarbaru, yakni Guntung Damar, Hutan Lindung Liang Anggang, dan Pekayuan Landasan Ulin.

Penanganan karhutla di kawasan tersebut tidak lagi hanya berfokus pada pemadaman titik api, tetapi diarahkan untuk membangun sistem permanen guna memutus siklus kebakaran yang berulang setiap musim kemarau.

Strategi tersebut mencakup penyediaan sumber air, perendaman lahan, penempatan pompa, hingga penggunaan kolam biofloc portable sebagai tempat penampungan air.

Strategi penanganan itu dibahas Gubernur Kalsel, H Muhidin, bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, dan Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, saat meninjau Posko Pantau Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Rabu (26/8/2026) sore.

BACA JUGA : BNPB Kerahkan 37 Helikopter Water Bombing Tangani Karhutla di Enam Provinsi

Muhidin, mengatakan ketersediaan air menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan karhutla di sejumlah kawasan sehingga perlu segera dicarikan solusi.

“Kita mengalami kekurangan air di sini. Karena itu, bagaimana kita menyikapi dan mengatasi persoalan air ini harus segera dibahas dan ditindaklanjuti,” ungkapnya saat meninjau lokasi.

Dirinya meminta hasil koordinasi antarlembaga segera diterjemahkan menjadi langkah konkret. Menurutnya, kecepatan penanganan diperlukan ketika titik api membesar, termasuk dengan pengerahan water bombing apabila kondisi dan status kedaruratan memungkinkan.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan keberadaan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.

Dengan menjadikan Guntung Damar, Hutan Lindung Liang Anggang, dan Pekayuan sebagai kawasan prioritas, pemerintah berupaya mengubah pola penanganan karhutla dari sekadar memadamkan api menjadi pengendalian kawasan secara berkelanjutan.

Targetnya tidak hanya memastikan api padam, tetapi juga membangun sistem penyediaan air, peralatan, personel, serta pola pencegahan agar kebakaran tidak mudah berulang pada musim kemarau berikutnya.

Strategi Perendaman di Guntung Damar

Sementara itu, Wamenko Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan tiga kawasan prioritas tersebut kini telah memiliki strategi penanganan yang lebih jelas. Pemerintah, kata dia, tidak ingin penanganan karhutla berhenti pada pemadaman, tetapi menghasilkan sistem permanen untuk menghadapi kebakaran yang berulang.

“Dengan telah ditemukannya strategi permanen ini, kita sedikit lebih tenang untuk bersama-sama menghadapi musim kemarau yang relatif panjang,” tuturnya.

Di Guntung Damar, pemerintah menerapkan strategi perendaman lahan dengan memanfaatkan air dari sistem Irigasi Riam Kanan. Namun, sejumlah sungai yang masih terbuka menyebabkan air belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Untuk mengatasinya, pemerintah melakukan penutupan dengan meningkatkan tabat atau dinding penahan air hingga sekitar satu meter. Perbedaan tinggi muka air antara bendungan dan jalan raya di kawasan Guntung Damar juga berada di kisaran satu meter.

Penulis

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular