Jika proses penutupan selesai, kawasan utama ditargetkan dapat terendam dalam waktu satu hingga dua hari. Setelah zona utama terendam, penanganan akan dilanjutkan ke zona samping menggunakan pompa portable.
Dukungan peralatan juga diperkuat. Kementerian Pertahanan menyediakan 50 unit pompa portable, sedangkan Kementerian Pertanian menyiapkan 30 unit pompa.
Pemerintah juga telah melakukan blocking dan memperkuatnya dengan pompa air serta excavator long arm. Tambahan pompa disiapkan untuk mempercepat proses perendaman kawasan.
“Kita harapkan dalam waktu dua sampai tiga hari area tersebut dapat terendam sehingga api dapat kita fokuskan pada daerah sekitar dan zona utama,” ujar Hanif.
Pekayuan Bangun Jaringan Titik Air
Adapun, Pekayuan menjadi tantangan tersendiri karena luas kawasan mencapai sekitar 900 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 500 hektare disebut mengalami kebakaran berulang.
Keterbatasan air menjadi persoalan utama di kawasan tersebut. Pemerintah kemudian mulai membangun sistem penanganan berbasis jaringan titik air untuk mempercepat distribusi air ke lokasi kebakaran.
Sebanyak enam unit biofloc portable telah disiapkan. Masing-masing memiliki kapasitas sekitar 12.000 liter dan dapat dipindahkan mendekati lokasi yang membutuhkan pasokan air.
Air dapat diisi dari sumber yang berada di pinggir jalan, kemudian didistribusikan secara estafet hingga mendekati titik kebakaran. Ke depan, jumlah biofloc ditargetkan mencapai sekitar 144 unit dengan pola penempatan berjarak sekitar 250 x 250 meter.
“Yang sudah siap hari ini ada enam unit biofloc. Kita siapkan agar keenam unit tersebut siap digunakan. Setiap kolam memiliki kapasitas 12.000 liter,” terang Hanif.
Biofloc bukan satu-satunya solusi yang disiapkan pemerintah. Survei geolistrik juga dilakukan untuk mencari sumber air permanen. Dari survei awal, ditemukan sumber air pada kedalaman sekitar 40 meter dengan debit yang dinilai cukup besar.
Hanif mengatakan, operasi modifikasi cuaca (OMC) saat ini belum dapat sepenuhnya diandalkan karena kondisi awan yang tidak memungkinkan. Karena itu, operasi darat menjadi strategi utama penanganan karhutla.
“Kita melakukan perang darat,” tegas Hanif.



