BerandaKalimantanKalimantan SelatanOmbudsman Kalsel Minta PAM Bandarmasih Tambah Tandon dan Operasional Mobil Tangki

Ombudsman Kalsel Minta PAM Bandarmasih Tambah Tandon dan Operasional Mobil Tangki

Sementara itu, wilayah Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Selatan tidak terdampak kondisi tersebut karena air baku yang diolah berasal dari sumber yang berbeda.

Tandon dan Mobil Tangki Jadi Solusi Darurat

Untuk memenuhi kebutuhan air layak konsumsi, khususnya untuk minum dan memasak, PAM Bandarmasih mengoperasikan mobil tangki, menyediakan tandon, serta bekerja sama dengan masjid dan musala sebagai lokasi penampungan air di wilayah terdampak.

Salah satu lokasi penempatan tandon berada di Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat.

Manajer Pelayanan PAM Bandarmasih, Gusti Akhmad Rollyan Noor, mengatakan sebanyak 20 tandon telah ditempatkan di sejumlah titik ujung jaringan distribusi.

“Ada 20 tandon yang ditempatkan di ujung jaringan distribusi dan penempatannya berkoordinasi dengan RW dan RT setempat. Tandon-tandon itu nantinya diisi setiap dua hari sekali,” ujarnya.

BACA JUGA : Pemprov Kalsel Jaga Stabilitas Harga Sekaligus Monitor Distribusi Pangan

Ombudsman Kalsel meminta PAM Bandarmasih menyampaikan informasi mengenai layanan air melalui mobil tangki dan tandon secara luas dan jelas melalui berbagai media komunikasi perusahaan.

Informasi tersebut, antara lain, mencakup lokasi tandon, jalur distribusi mobil tangki, mekanisme pengambilan air, serta penegasan bahwa air yang disalurkan kepada masyarakat tidak dipungut biaya.

“Kami sarankan jumlah tandon yang disediakan PAM Bandarmasih ditambah dan frekuensi pengisian dimungkinkan setiap hari, sehingga memudahkan masyarakat dan tidak perlu lama menunggu,” kata Hadi.

Perlu Strategi Jangka Panjang

Ombudsman Kalsel menilai penyediaan air melalui mobil tangki dan tandon merupakan solusi jangka pendek. Untuk mencegah kondisi serupa kembali terjadi, diperlukan langkah strategis dalam jangka menengah dan panjang.

Sejumlah rencana yang perlu disiapkan antara lain pemasangan pipa transmisi berdiameter 1.200 milimeter dari Pematang ke IPA 2 Pramuka, pembangunan embung dan bak prasedimentasi sebagai cadangan air baku, serta rehabilitasi jaringan pipa PAM Bandarmasih yang kerap mengalami kebocoran.

Menurut Hadi, dukungan pemerintah daerah diperlukan agar langkah-langkah strategis tersebut dapat direalisasikan dan berdampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan air bersih.

“Hal-hal strategis seperti itu kami harapkan bisa diatensi dan didukung oleh pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Kalsel dan Pemerintah Kota Banjarmasin, sehingga menjadi aksi nyata yang berdampak positif pada peningkatan kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat,” pungkas Hadi.

Editor: Tim Redaksi

Penulis

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular