Ia meminta tenaga medis, Instalasi Gawat Darurat (IGD), tempat tidur, ambulans, obat-obatan, persediaan darah, hingga sistem rujukan dipastikan dalam kondisi siap.
Langkah tersebut dilakukan agar korban yang berhasil dievakuasi dapat segera memperoleh pelayanan medis dan penanganan kegawatdaruratan.
“Jangan sampai ada korban yang terlambat mendapatkan pertolongan karena persoalan administratif. Dalam keadaan darurat, keselamatan manusia adalah yang utama,” katanya.
Pastikan Keluarga Korban Mendapat Informasi
Muhidin juga meminta perhatian terhadap keluarga penumpang dan awak kapal. Menurutnya, keluarga harus memperoleh informasi yang jelas, cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai perkembangan operasi SAR.
Pemprov Kalsel, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan selama proses penanganan musibah.
“Kami ingin memastikan keluarga korban mendapatkan informasi yang jelas dan bertanggung jawab. Pemerintah akan terus hadir dan berkoordinasi dengan seluruh pihak,” tegasnya.
Gubernur juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi, foto, video, maupun kabar mengenai korban yang belum terverifikasi.
Ia meminta masyarakat menghormati korban dan keluarga yang tengah menghadapi situasi sulit serta tidak memperkeruh keadaan dengan menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Saat ini yang paling dibutuhkan adalah doa, ketenangan, dan dukungan kepada tim yang sedang bekerja di lapangan,” imbuhnya.



