BerandaKalimantanKalimantan SelatanMuhidin Bersama Forkopimda Gercep Padamkan Titik Api, Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar...

Muhidin Bersama Forkopimda Gercep Padamkan Titik Api, Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Karhutla

Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, Pemprov Kalsel menyiapkan alat berat untuk melakukan pembersihan lahan di sekitar kawasan rumah sakit.

“Hari ini kami datangkan ekskavator untuk land clearing di daerah sini. Sebanyak 20 hektare kita land clearing,” ujarnya.

Pekerjaan tersebut dijadwalkan dimulai Rabu (23/9/2026). Muhidin meminta proses pembersihan lahan dilakukan hingga tuntas agar tercipta area yang lebih aman dan memudahkan penanganan apabila api kembali muncul.

Menurutnya, lahan sekitar 20 hektare tersebut akan dibersihkan menggunakan alat berat. Area itu nantinya juga dapat dimanfaatkan pihak rumah sakit untuk menyiapkan fasilitas penunjang, termasuk sumber air untuk mendukung penanganan karhutla.

“Jadi nanti Rumah Sakit Sambang Lihum bisa bikin sumur air atau digunakan untuk keperluan lainnya,” katanya.

Saat peninjauan berlangsung, kondisi di sekitar rumah sakit berangsur membaik setelah arah angin berubah sehingga asap bergerak menjauh dari kawasan tersebut.

“Alhamdulillah sudah membaik,” pungkas Muhidin.

RSJ Sambang Lihum Sempat Evakuasi Pasien

Sementara itu, Direktur RSJ Sambang Lihum, Yuddy Riswandhy Noora, mengatakan karhutla yang terjadi di kawasan hutan lindung Liang Anggang di sekitar rumah sakit telah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya.

Ia menjelaskan, luas lahan RSJ Sambang Lihum mencapai sekitar 20 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar enam hektare digunakan sebagai fasilitas pelayanan, sedangkan 14 hektare lainnya masih berupa kawasan berhutan yang terdampak karhutla.

“Dari 14 hektare itu hampir semua terdampak, hanya titik apinya yang tersebar. Untuk area yang cukup besar sekitar dua hektare,” ujarnya.

Menurut Yuddy, api mulai muncul beberapa hari sebelumnya dan telah ditangani bersama BNPB dan BPBD, termasuk dengan dukungan helikopter water bombing. Namun, kondisi kembali memburuk setelah helikopter dialihkan untuk menangani lokasi lain.

Akibatnya, api kembali membesar dan asap bergerak ke arah kawasan rumah sakit sehingga pihak rumah sakit melakukan evakuasi sementara.

“Kami akhirnya melakukan evakuasi sementara karena asap semakin tebal,” katanya.

Yuddy menjelaskan, evakuasi dilakukan secara internal dengan memindahkan pasien dari ruangan yang berdekatan dengan titik api ke area yang dinilai lebih aman.

Secara medis, pelayanan rumah sakit tetap berjalan. Namun, sejumlah pasien mulai mengeluhkan dampak asap yang masuk ke kawasan rumah sakit.

“Operasional medis tetap berjalan, tapi keluhan pasien cukup banyak,” ujarnya.

Pihak rumah sakit sempat membagikan masker kepada pasien. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup untuk mengurangi paparan asap sehingga evakuasi menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk menjaga keselamatan pasien.

Untuk mencegah api kembali mendekati kawasan rumah sakit, RSJ Sambang Lihum berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan BNPB serta melaporkan kondisi tersebut kepada Gubernur Kalsel.

Penulis

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular