HALOBORNEO.COM, JAKARTA – Pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, menjadi sorotan setelah PT Jhonlin Baratama menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat untuk mengakuisisi 10.000.000.500 saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement dengan PT Jhonlin Baratama pada 16 September 2026. Perjanjian tersebut mencakup rencana pengalihan 10.000.000.500 saham biasa Bayan Resources.
Namun, transaksi tersebut belum rampung. Manajemen Bayan Resources menyatakan penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan dan kondisi pendahuluan.
BACA JUGA : BSI Perkuat Sinergi dengan NU Dorong Literasi dan Ekonomi Syariah
“Setelah penyelesaian transaksi dan terpenuhinya seluruh syarat pendahuluan, Pembeli akan memiliki 10.000.000.500 (sepuluh miliar lima ratus) saham biasa Perseroan,” tulis manajemen Bayan dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (17/9).
Sebelumnya, Bloomberg News melaporkan Haji Isam mengincar sekitar 62% saham Bayan Resources milik Low Tuck Kwong dengan nilai penawaran sekitar US$3 miliar atau setara Rp52,53 triliun, dengan asumsi kurs Rp17.510 per dolar AS.
BACA JUGA : Harbolnas 2026 Ditargetkan Tembus Rp 40 Triliun, Pemerintah Dorong Penguatan Ekonomi Digital
Reuters kemudian melaporkan belum dapat memverifikasi informasi tersebut.
Adapun berdasarkan laporan Forbes Indonesia yang dikutip dalam pemberitaan sebelumnya, Low Tuck Kwong masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia pada tahun lalu dengan kekayaan US$24,9 miliar. Hingga Kamis (17/9), kekayaannya tercatat sekitar US$19 miliar atau setara Rp337,09 triliun dengan asumsi kurs Rp17.742 per dolar AS.
Sumber: CNN



