HALOBORNEO.COM, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi. Keenam provinsi tersebut yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatra Selatan, dan Jambi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, penambahan titik panas (hotspot) masih terjadi di sejumlah provinsi tersebut pada Sabtu (29/8/2026) pukul 00.00-23.59 WIB.
Di Kalimantan Barat, misalnya, jumlah hotspot bertambah 553 titik menjadi 3.824 titik. Namun, jumlah titik api (firespot) menurun menjadi 16 titik.
“Kita berharap di lain waktu juga seperti ini bisa terjadi dan jadi provinsi-provinsi yang lain,” kata Berton dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Ahad (30/8/2026).
BACA JUGA : Kasus ISPA di Kalsel Tembus 46 Ribu, Karhutla Picu Kenaikan hingga 35 Persen
Di Kalimantan Tengah, jumlah hotspot juga meningkat menjadi 5.391 titik. Namun, jumlah firespot menurun menjadi 65 titik.
Sementara itu, di Kalimantan Selatan, jumlah hotspot berkurang 279 titik menjadi 1.077 titik. Jumlah firespot di provinsi tersebut juga menurun menjadi 52 titik.
Berdasarkan data BNPB, total luas lahan yang terindikasi terbakar di tiga provinsi di Kalimantan tersebut mencapai 53.964 hektare. Kondisi karhutla juga berdampak terhadap jarak pandang yang relatif rendah, yakni berkisar 1-1,5 kilometer.
“Jarak pandang relatif rendah antara 1-1,5 kilometer,” ujar Berton.
Di Sumatra, karhutla masih terjadi di Riau, Sumatra Selatan, dan Jambi. Di Riau, tercatat 264 titik panas dan 12 titik api dengan jarak pandang sekitar 5 kilometer.
BACA JUGA : Metode Gambut Injection Jadi Andalan Baru Pemadaman Karhutla di Banjarbaru
Di Sumatra Selatan, jumlah hotspot berkurang signifikan menjadi 804 titik. Namun, jumlah firespot meningkat menjadi 18 titik. Jarak pandang di wilayah tersebut tercatat sekitar 2,4 kilometer.
Adapun di Jambi, jumlah hotspot bertambah menjadi 135 titik, sedangkan firespot tetap sebanyak empat titik. Jarak pandang di wilayah tersebut sekitar 3,5 kilometer.
Total luas lahan yang terindikasi terbakar di tiga provinsi di Sumatra tersebut mencapai 27.675 hektare.
Dengan demikian, total luas lahan yang terindikasi terbakar di enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla BNPB mencapai 74.640 hektare.
Sumber : BNPB



