BerandaNasionalBNPB Kerahkan 37 Helikopter Water Bombing Tangani Karhutla di Enam Provinsi

BNPB Kerahkan 37 Helikopter Water Bombing Tangani Karhutla di Enam Provinsi

HALOBORNEO.COM, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Enam provinsi menjadi prioritas penanganan karena memiliki tingkat ancaman dan kondisi lapangan yang berbeda.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, mengatakan enam provinsi tersebut yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

“BNPB terus melakukan pemantauan dan penanganan karhutla secara intensif, khususnya di enam provinsi prioritas yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Kondisinya memang berbeda-beda di setiap wilayah, sehingga penanganannya juga kita sesuaikan dengan tingkat ancaman dan kondisi lapangan,” kata Berton seperti dikutip dari Detik.com, Rabu (26/8/2026).

BACA JUGA : Jalan Kaki 15 Menit Sehari Bisa Bantu Jaga Kesehatan Jantung

Berton menjelaskan pemantauan karhutla dilakukan dengan memanfaatkan data hotspot atau titik panas serta patroli darat dan udara. BNPB juga mengerahkan operasi pemadaman melalui udara, termasuk water bombing, serta melakukan operasi modifikasi cuaca.

“Untuk lokasi yang sulit dijangkau melalui darat, kita perkuat dengan operasi udara melalui patroli dan water bombing. Sementara apabila kondisi atmosfer memungkinkan, Operasi Modifikasi Cuaca kita lakukan bersama BMKG untuk membantu menambah potensi hujan dan mengurangi risiko meluasnya kebakaran,” jelasnya.

Penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, pemerintah daerah hingga masyarakat.

BNPB saat ini mengerahkan 52 unsur udara di enam provinsi prioritas. Dari jumlah tersebut, 37 di antaranya merupakan helikopter water bombing, sedangkan armada lainnya digunakan untuk pemantauan.

“Sampai saat ini BNPB menggelar 52 unsur udara di enam provinsi prioritas, termasuk 37 helikopter water bombing dan sisanya untuk pemantauan,” ujar Berton.

BACA JUGA : OJK Tolak Izin Usaha Galad Koin Indonesia sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital

Menurut dia, pengerahan armada udara bersifat dinamis dan disesuaikan dengan kondisi kebakaran, akses menuju lokasi, ketersediaan sumber air, cuaca, serta kebutuhan masing-masing daerah.

“Namun pengerahan armada ini sifatnya dinamis, karena disesuaikan dengan kondisi api, akses lokasi, ketersediaan sumber air, cuaca, dan kebutuhan masing-masing daerah. Jumlah armada udara ini pun dapat bertambah sesuai kebutuhan di lapangan,” imbuhnya.

Selain pemadaman, BNPB juga memprioritaskan upaya pencegahan dan perlindungan masyarakat. Pemantauan kualitas udara serta penguatan kesiapsiagaan daerah terus dilakukan untuk mencegah dampak karhutla meluas.

“Pencegahan dan perlindungan masyarakat menjadi perhatian utama. Karena itu kita terus melakukan pemantauan kualitas udara, memperkuat kesiapsiagaan daerah, dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait apabila dampaknya mulai dirasakan masyarakat,” pungkas Berton.

Sumber: Detik.com
Editor: Tim Redaksi

Penulis

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular