HALOBORNEO.COM, PELAIHARI – Sebanyak 215 pelajar tingkat SMP di Kabupaten Tanah Laut mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026, Senin (5/10/2026). Kegiatan ini digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tanah Laut di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pelaihari.
Festival tersebut dibuka Kepala Disdikbud Tanah Laut, Myrza Fazrina, dan dihadiri perwakilan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan serta Kepala Bidang Pembinaan SMP, Arie Irawan, beserta jajaran.
Arie mengatakan, terdapat lima kategori lomba dalam FTBI jenjang SMP tahun ini, yakni menulis cerita pendek berbahasa Banjar, pidato berbahasa Banjar, bercerita berbahasa Banjar, komedi tunggal berbahasa Banjar, serta menulis dan membaca puisi berbahasa Banjar.
“Rinciannya, 46 siswa mengikuti lomba menulis cerita pendek, 44 siswa mengikuti lomba pidato, 42 siswa mengikuti lomba bercerita, 39 siswa mengikuti lomba komedi tunggal, serta 44 siswa mengikuti lomba menulis dan membaca puisi berbahasa Banjar,” jelas Arie.
Untuk menjamin penilaian yang kompeten, Disdikbud Tanah Laut melibatkan sejumlah pihak yang memiliki keahlian di bidangnya sebagai dewan juri. Di antaranya, Dewan Kesenian Kabupaten (DKD) Tanah Laut dan Ikatan Penulis Tanah Laut (IPTL).
Arie menambahkan para pemenang dari setiap kategori akan mewakili Kabupaten Tanah Laut pada FTBI tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Ajang tersebut direncanakan berlangsung pada akhir Oktober 2026.
Sebelum berlaga di tingkat provinsi, para pemenang akan mengikuti pemusatan latihan atau training center (TC). Persiapan tersebut direncanakan berlangsung dua kali dalam sepekan.
“Sebelum bertanding di tingkat provinsi, para juara nantinya juga akan menjalani TC terlebih dahulu. Rencananya, latihan dilaksanakan dua kali dalam seminggu,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Tanah Laut, Myrza Fazrina, berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat sekaligus menjadikan festival tersebut sebagai upaya melestarikan bahasa Banjar.
“Hari ini bertarunglah dengan semangat bertarung dan semangat berjuang untuk melestarikan bahasa Banjar, meski kalian bukan asli urang Banjar. Namun, kalian adalah anak-anak masa depan yang akan terus membudayakan bahasa Banjar,” pesannya.
Editor : Tim Redaksi



