Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan pembangunan jembatan permanen direalisasikan pada 2027.
Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Chandra Iriandhy Wijaya, mengatakan pekerjaan dilakukan secara cepat setelah Jembatan Saka Harang putus pada Minggu.
“Alhamdulillah, pekerjaan jembatan sementara Saka Harang sudah rampung 100 persen pada hari ini. Setelah seluruh pekerjaan diselesaikan dan jembatan siap digunakan, sore ini akses sudah bisa kembali dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujar Chandra.
Menurut Chandra, jembatan sementara tersebut memiliki kapasitas maksimal lima ton sehingga masyarakat harus memperhatikan ketentuan teknis dan aspek keselamatan.
“Jembatan ini sifatnya sementara. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk memperhatikan batas beban maksimal lima ton. Jangan dipaksakan untuk kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas karena aspek keselamatan dan ketahanan jembatan harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Chandra mengatakan, pembangunan jembatan sementara tidak menghentikan rencana penanganan permanen.
“Untuk jangka panjang, tentu yang kita dorong adalah pembangunan jembatan permanen. Jembatan sementara ini kita hadirkan untuk memulihkan akses masyarakat terlebih dahulu, sementara penanganan permanennya dipersiapkan untuk tahun 2027,” jelasnya.
Didukung TNI dan Polri
Percepatan pemulihan akses turut mendapat dukungan jajaran TNI, khususnya Detasemen Zeni Tempur (Denzipur), dalam penyediaan dan penggunaan jembatan sementara.
Pemko Banjarmasin menyampaikan apresiasi kepada Dandim 1007/Banjarmasin, jajaran Denzipur, Kapolresta Banjarmasin, serta Pangdam atas dukungan dalam proses pemulihan akses.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran TNI dan Polri yang telah membantu. Terutama kepada Pak Pangdam yang telah memberikan izin kepada Pemerintah Kota Banjarmasin untuk meminjam jembatan sementara ini,” kata Ichrom.
Pemko juga mengapresiasi masyarakat Mantuil yang turut menjaga ketertiban selama proses penanganan hingga akses kembali dibuka.
Warga Berharap Jembatan Permanen Segera Dibangun
Kembalinya akses disambut lega masyarakat Mantuil. Warga mengapresiasi respons cepat pemerintah bersama jajaran TNI dan Polri, sekaligus berharap pembangunan jembatan permanen segera direalisasikan.
Agus Darminto, warga Kelurahan Mantuil, mengatakan jembatan sementara membuat masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan selesainya jembatan sementara ini. Masyarakat, khususnya warga Mantuil, sekarang bisa kembali beraktivitas dengan lancar, tertib, dan aman. Kami mewakili masyarakat Mantuil mengucapkan terima kasih atas kerja sama aparat kepolisian, TNI, dan jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin,” ujar Agus.
Menurut Agus, kecepatan penanganan sangat membantu masyarakat setelah jembatan putus pada Minggu.
“Respons pemerintah sangat cepat. Kejadiannya hari Minggu, pekerjaan mulai Senin, kemudian Selasa dan hari ini Rabu sudah selesai. Jadi tiga hari pengerjaan. Alhamdulillah, cepat sekali pelaksanaan jembatan sementara ini,” katanya.
Meski mengapresiasi pemulihan akses, Agus berharap pembangunan jembatan permanen segera dilanjutkan.
“Harapan kami setelah ini dibangun jembatan beton atau jembatan permanen, supaya seperti jembatan yang lainnya. Bisa bagus, kuat, dan dapat digunakan dalam waktu lama. Itu harapan kami kepada Pemerintah Kota Banjarmasin,” ujarnya.



