HALOBORNEO.COM, MARABAHAN – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) menyalurkan bantuan air bersih gratis kepada warga Desa Belandean, Kecamatan Alalak, yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bantuan tersebut disalurkan atas respons Bupati Batola, H Bahrul Ilmi untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak. Sebanyak tiga tandon air dengan kapasitas sekitar 1.200 liter per tandon disediakan dalam pendistribusian tersebut.
Pembagian air bersih berlangsung di halaman Gedung BUMDes RT 08 Desa Belandean, Minggu (13/9/2026). Bantuan diterima langsung Kepala Desa Belandean, Elly Rahmah, bersama warga yang mengantre dengan membawa jeriken dan berbagai wadah penampungan air.
BACA JUGA : Pemkab Batola Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
Elly Rahmah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Batola atas perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi bantuan dari Bapak Bupati Batola H. Bahrul Ilmi. Bantuan ini sangat berarti bagi kebutuhan harian warga di tengah kondisi krisis air bersih,” ujar Elly seperti dikutip dari aksesberita.id.
Menurut Elly, bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan warga. Namun, persoalan air bersih yang dihadapi masyarakat bersifat berkelanjutan sehingga diperlukan distribusi air secara berkala selama kondisi krisis masih berlangsung.
“Harapan kami, bantuan air bersih seperti ini bisa terus berlanjut secara berkala selama desa kami masih mengalami krisis air bersih,” katanya.
Salah seorang warga Desa Belandean, Sapdi, turut menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut. Menurut dia, pasokan air bersih gratis sangat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pasokan air bersih gratis ini. Terima kasih kepada Bapak Bupati Batola yang sudah peduli dengan kondisi warga,” ungkap Sapdi.
BACA JUGA : Putra Pariwisata Batola Raih Juara I Pemilihan Putra Putri Pariwisata Kalsel 2026
Selain bantuan darurat, Elly berharap pemerintah daerah menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan air bersih di Desa Belandean. Salah satu yang diharapkan warga adalah percepatan pemasangan jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) agar layanan air bersih dapat menjangkau masyarakat secara merata.
“Kebutuhan air bersih ini sangat mendasar. Karena itu, kami bersama seluruh warga Desa Belandean sangat mengharapkan intervensi pemerintah daerah agar jaringan pipa PDAM bisa segera masuk dan menjangkau desa kami secara merata,” tegas Elly.
Warga berharap penanganan krisis air bersih tidak hanya dilakukan saat kondisi darurat, tetapi juga diikuti pembangunan infrastruktur pelayanan dasar secara berkelanjutan di Desa Belandean.
Sumber : aksesberita.id
Editor :Tim Redaksi



