BerandaLifestyleJangan Terkecoh Klaim di Kemasan, Ini 5 Cara Cek Skincare Bayi yang...

Jangan Terkecoh Klaim di Kemasan, Ini 5 Cara Cek Skincare Bayi yang Benar-benar Aman

HALOBORNEO.COM, BANJARMASIN – Produk perawatan kulit untuk bayi dan anak semakin beragam di pasaran dengan berbagai klaim seperti “alami”, “organik”, hingga “dermatologically tested”. Namun, tidak semua klaim tersebut benar-benar menjamin keamanan produk untuk kulit si kecil.

Kulit bayi diketahui jauh lebih sensitif dibandingkan dengan orang dewasa karena lapisannya lebih tipis dan lebih mudah menyerap zat dari luar. Kondisi ini membuat pemilihan produk skincare anak tidak bisa dilakukan sembarangan.

Di tengah maraknya produk dengan klaim ramah anak, fenomena greenwashing juga semakin sering ditemukan, yaitu strategi pemasaran yang menampilkan kesan aman dan alami, padahal tidak selalu didukung bukti atau sertifikasi yang jelas.

Agar tidak salah memilih, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan skincare untuk bayi dan anak.

Salah satu indikator yang sering ditemukan pada produk cruelty-free adalah logo kelinci atau leaping bunny. Logo ini menandakan produk tidak diuji pada hewan, namun konsumen tetap perlu memastikan keasliannya melalui basis data resmi dari lembaga terkait. Tidak sedikit produk yang menggunakan logo serupa tanpa sertifikasi resmi, sehingga perlu verifikasi lebih lanjut.

BACA JUGA: REDMI Note 17 Series, Usung Baterai Jumbo hingga 10.000 mAh dan Ketahanan Lebih Tangguh

Pada produk berlabel “organik”, konsumen juga perlu lebih teliti. Label tersebut tidak selalu berarti seluruh kandungan produk berasal dari bahan organik. Sertifikasi resmi seperti Ecocert COSMOS Organic menjadi salah satu acuan penting karena menetapkan standar ketat terhadap komposisi bahan, proses produksi, hingga aspek lingkungan. Produk yang memiliki klaim ini sebaiknya tetap dicek keaslian sertifikasinya melalui basis data resmi agar tidak tertipu klaim sepihak.

Klaim lain yang sering muncul adalah “dermatologically tested”. Meski terdengar meyakinkan, istilah ini tidak memiliki standar hukum yang baku sehingga metode pengujiannya bisa berbeda-beda antarpodusen. Karena itu, penting untuk memastikan apakah produk benar-benar diuji secara klinis pada kulit sensitif anak atau hanya melalui pengujian terbatas.

Selain itu, label seperti “clean formula” atau “alami” juga perlu dipahami secara kritis. Banyak produk yang masih mengandung pewangi sintetis atau bahan tambahan lain yang berpotensi memicu alergi pada kulit bayi. Bahkan istilah “fragrance” dalam komposisi sering menjadi celah untuk menyembunyikan campuran bahan kimia lain yang tidak selalu dicantumkan secara rinci.

BACA JUGA: Jalan Kaki 15 Menit Sehari Bisa Bantu Jaga Kesehatan Jantung

Label “aman untuk bayi” juga tidak selalu berarti bebas risiko. Reaksi kulit tidak selalu muncul secara langsung, tetapi dapat terjadi setelah penggunaan berulang. Karena itu, uji tempel (patch test) tetap menjadi langkah penting sebelum penggunaan rutin.

Secara umum, memilih skincare untuk bayi dan anak membutuhkan ketelitian lebih dari sekadar melihat klaim di kemasan. Pemeriksaan komposisi, sertifikasi, serta uji klinis menjadi langkah penting untuk memastikan produk benar-benar aman digunakan dalam jangka panjang.

Editor: Rizki

Penulis

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular