HALOBORNEO.COM, JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali menegaskan komitmennya memperluas akses keuangan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi BSI dalam Gebyar Pembiayaan bertema “Bersatu Mendorong Akses Keuangan UMKM” yang diselenggarakan Departemen Ekonomi-Keuangan Inklusif dan Hijau (DEIH) Bank Indonesia dalam rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (21/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BSI turut serta dalam seremoni penandatanganan kesepakatan pembiayaan dengan sejumlah pelaku UMKM yang disaksikan langsung oleh Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia.
Komitmen BSI terhadap pengembangan UMKM juga tercermin dari kinerja penyaluran pembiayaan. Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan inklusif BSI mencapai Rp114,17 triliun.
Dari total portofolio tersebut, Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) BSI tercatat sebesar 33,65% per Juni 2026. Angka tersebut berada di atas ambang batas bawah 30% yang ditetapkan Bank Indonesia.
Direktur Human Capital & Compliance BSI, Arief Adhi Sanjaya, mengatakan dukungan BSI terhadap UMKM tidak hanya dilakukan melalui penyaluran pembiayaan, tetapi juga melalui pembangunan ekosistem pendampingan yang terintegrasi.
“Sektor UMKM mempekerjakan 114,7 juta orang dan memberikan kontribusi lebih dari 60% terhadap PDB Republik Indonesia. Sebagai bank syariah terbesar, BSI hadir memberikan solusi finansial, sosial, dan spiritual untuk mendampingi UMKM agar bisa naik kelas, bankable, hingga mampu menembus pasar global,” ujar Arief.
Sejalan dengan tema ekonomi hijau yang diusung Bank Indonesia, BSI juga mencatatkan pembiayaan berkelanjutan lebih dari Rp75 triliun hingga Juni 2026.
Portofolio tersebut terdiri atas pembiayaan sosial sebesar Rp59 triliun, dengan sekitar 90% di antaranya disalurkan kepada UMKM. Sementara itu, pembiayaan hijau mencapai Rp16 triliun dan didominasi produk eco-efficient sebesar 65,2%.
Perkuat Ekosistem Pendampingan UMKM
Selain menyalurkan pembiayaan, BSI memperkuat kapasitas UMKM melalui fasilitas BSI UMKM Center yang saat ini hadir di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Fasilitas serupa juga akan hadir di Bandung.
Secara keseluruhan, BSI UMKM Center telah membina 6.037 UMKM. BSI juga menghadirkan layanan digital, seperti Portal Go UMKM dan Salam Digital, untuk mempermudah pengajuan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil secara cepat dan aman.
Untuk memperkuat pendekatan berbasis wilayah, BSI mengoperasikan Lapak BSI di sejumlah pasar tradisional dan modern. BSI juga menginisiasi 23 Desa Binaan Bangun Sejahtera Indonesia, termasuk Kampung Nelayan BSI Warloka yang berfokus pada pembinaan klaster perikanan.
Program pendampingan tersebut turut mendorong UMKM menembus pasar internasional. Salah satunya ditunjukkan melalui ekspor perdana kopi robusta (green bean coffee) dari UMKM asal Lampung ke Oman.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil business matching yang difasilitasi dalam ajang BSI International Expo.
“Melalui sinergi bersama Bank Indonesia dan para pemangku kepentingan di KKI 2026 ini, BSI berharap dapat terus menjadi akselerator utama yang memperkuat daya saing UMKM lokal, mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan, dan membawa produk-produk kebanggaan Indonesia bersaing di kancah internasional,” tutup Arief.
Sumber: Siaran Pers BSI



