Selain membahas dukungan produksi, Pemkot Banjarmasin mengusulkan optimalisasi pemanfaatan SAPA UMKM untuk mempercepat akses pelaku usaha terhadap berbagai program pemerintah. Platform tersebut mengintegrasikan informasi dan layanan pemberdayaan UMKM, termasuk pelatihan, sertifikasi, pembiayaan, investasi, dan perluasan pasar.
Pemkot Banjarmasin juga mengusulkan fasilitasi sertifikasi halal melalui skema self declare, pendaftaran dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), optimalisasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), peningkatan literasi keuangan, perluasan akses pasar, serta dukungan peralatan dan mesin produksi.
Berbagai program tersebut diarahkan untuk menjawab sejumlah kendala yang masih dihadapi pelaku UMKM, seperti legalitas usaha, sertifikasi, pemasaran, akses digital, dan pembiayaan.
Dalam konteks program nasional, Kementerian UMKM mendorong Prokesra Produktif yang menargetkan 10 juta masyarakat berusaha dan bekerja pada periode 2026-2029. Program tersebut mencakup sejumlah intervensi, antara lain pelatihan, pendampingan, legalitas, sertifikasi, pemasaran, akses digital, dan pembiayaan.
Bagi Banjarmasin, penguatan hilirisasi dinilai penting agar produk unggulan daerah tidak berhenti pada produksi skala lokal, tetapi memiliki nilai tambah serta peluang masuk ke rantai pasok dan pasar yang lebih luas.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Banjarmasin merencanakan pelaksanaan Kumitra (Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra) yang akan disinergikan dengan momentum penutupan Bakul Fest. Program tersebut dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha mikro dan kecil dengan mitra strategis.
Kegiatan itu juga akan dirangkaikan dengan Kopdar bersama Dewi Harlas untuk memperkuat jejaring pelaku UMKM yang memiliki potensi memasuki pasar ekspor.
BACA JUGA : Pemprov Kalsel-Pemerintah Pusat Perkuat Konektivitas melalui Tiga Proyek Infrastruktur
Dari rangkaian kolaborasi tersebut, Pemkot Banjarmasin membidik fasilitasi 500 sertifikat halal dan 500 pembiayaan KUR, disertai kemudahan perizinan serta sertifikasi lainnya bagi pelaku UMKM.
Pemkot Banjarmasin berharap fasilitasi tersebut tidak hanya meningkatkan jumlah sertifikat dan pembiayaan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas produksi, mutu produk, perluasan pasar, serta keberlanjutan usaha.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, Pemkot Banjarmasin menargetkan penguatan ekosistem UMKM agar pelaku usaha semakin siap bersaing di pasar nasional dan memiliki peluang memperluas pasar hingga ke tingkat ekspor.
Editor: Tim Redaksi



