HALOBORNEO.COM – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan beras premium di pasar tetap aman meski sejumlah produk beras fortifikasi bermasalah ditarik dari peredaran.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan, mengatakan stok beras premium maupun medium masih banyak ditemukan di pasar tradisional. Kondisi ini dinilai cukup menjaga stabilitas pasokan di tengah penyesuaian distribusi pasca-penarikan produk.
“Stok beras premium dan medium di pasar tradisional masih tersedia, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya, Minggu (4/10/2026), dikutip dari ANTARA.
Menurut dia, keterbatasan pasokan justru lebih terasa di ritel modern. Hal ini terjadi setelah terungkapnya puluhan merek beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar, sehingga sejumlah produsen menghentikan distribusi produk tersebut.
Situasi tersebut, lanjut Hermawan, berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memainkan harga. Namun, pemerintah memastikan harga di tingkat distributor masih dalam batas wajar.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Harapkan Bulog Operasi Pasar Stabilisasi Harga Beras
Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Induk Beras Cipinang, harga beras premium tercatat sekitar Rp14.200 per kilogram. Angka itu masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp14.900 per kilogram untuk wilayah tertentu.
“Artinya, kondisi pasar masih terkendali,” jelasnya.
Sebelumnya, Bapanas bersama Satgas Pangan Polri menemukan 25 merek beras fortifikasi bermasalah yang dimiliki 11 pelaku usaha. Produk tersebut dinilai tidak memenuhi standar administrasi, mutu, dan kandungan gizi sesuai label.
Dari hasil pengawasan di 11 provinsi selama Juli–Agustus 2026, pemerintah mengumpulkan 190 sampel beras fortifikasi. Hasilnya, sebagian besar tidak sesuai dengan klaim yang dicantumkan, bahkan ada yang tidak memiliki izin edar.
Temuan ini juga mengungkap potensi kerugian konsumen yang diperkirakan mencapai Rp89 triliun akibat selisih harga dengan kualitas yang tidak sebanding.
Meski demikian, Bapanas menegaskan distribusi beras tetap berjalan dan masyarakat diminta tidak panik dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Editor: Rizki



