HALOBORNEO.COM, JAKARTA — Sistem pembayaran QRIS Antarnegara dari Indonesia meraih penghargaan “50-in-5 Awards 2026” pada kategori Kolaborasi yang diselenggarakan oleh Digital Public Goods Alliance (DPGA) dan Co-Develop.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan global atas keberhasilan Indonesia membangun konektivitas pembayaran digital lintas negara yang interoperabel, inklusif, dan memberi manfaat bagi masyarakat serta pelaku usaha.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menyebut capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas negara dan industri.
“QRIS Antarnegara menunjukkan bahwa interoperabilitas bisa terwujud tanpa harus menyamakan sistem, tetapi melalui kesepakatan standar dan kepercayaan,” ujarnya.
Program 50-in-5 sendiri merupakan inisiatif global untuk mendorong 50 negara mengembangkan infrastruktur digital publik yang aman dan saling terhubung sebelum 2028.
BACA JUGA: Profil Destry Damayanti, Ekonom Senior yang Kini Pimpin Bank Indonesia
Bank Indonesia mencatat, hingga Juli 2026, transaksi QRIS Antarnegara terus meningkat dengan total 21 juta transaksi dari pengguna negara mitra di Indonesia senilai Rp5,90 triliun, sementara transaksi pengguna Indonesia di luar negeri mencapai 4,67 juta transaksi senilai Rp1,73 triliun.
QRIS Antarnegara saat ini telah terhubung dengan sejumlah negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Selain mempermudah transaksi lintas negara, QRIS juga memperluas akses pelaku UMKM. Hingga kini, QRIS telah digunakan oleh lebih dari 45 juta merchant di Indonesia, dengan mayoritas merupakan pelaku usaha kecil dan menengah.
Ke depan, Bank Indonesia berencana memperluas kerja sama QRIS Antarnegara dengan lebih banyak negara mitra untuk memperkuat konektivitas ekonomi dan perdagangan internasional.
Editor: Rizki



