BerandaKalimantanKalimantan SelatanPegunungan Meratus, Tulang Punggung Kalimantan Selatan yang Kaya Alam dan Budaya

Pegunungan Meratus, Tulang Punggung Kalimantan Selatan yang Kaya Alam dan Budaya

HALOBORNEO.COM, BANJARMASIN – Pegunungan Meratus merupakan salah satu bentang alam utama di Pulau Kalimantan yang membentang dan membelah wilayah Kalimantan Selatan menjadi dua bagian besar. Rangkaian pegunungan ini terbentang kurang lebih 600 kilometer dari arah barat daya ke timur laut, lalu melengkung hingga mendekati wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Keberadaan Meratus tidak hanya penting secara geografis, tetapi juga menjadi penopang utama ekosistem di Kalimantan Selatan. Kawasan ini berperan sebagai daerah tangkapan air, sumber kehidupan berbagai spesies, sekaligus ruang hidup bagi masyarakat adat yang telah lama menetap dan bergantung pada alam sekitarnya.

Puncak tertinggi Pegunungan Meratus adalah Gunung Halau-halau yang memiliki ketinggian sekitar 1.901 meter di atas permukaan laut. Gunung ini dikenal di kalangan pendaki karena menyajikan panorama hutan tropis yang masih terjaga serta jalur pendakian yang menantang.

BACA JUGA: Kalimantan dan Borneo: Dua Nama untuk Satu Pulau, Begini Sejarahnya

Secara administratif, kawasan Meratus meliputi sejumlah kabupaten di Kalimantan Selatan seperti Tanah Laut, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Tengah, hingga Balangan. Sebagian wilayahnya juga terhubung dengan daerah di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Struktur Batuan yang Terbentuk selama Ratusan Juta Tahun

Dari sisi geologi, Pegunungan Meratus termasuk salah satu formasi tertua di Indonesia. Struktur batuan terbentuk melalui proses geologis panjang selama ratusan juta tahun, dengan komposisi batuan ultramafik, batuan malihan, hingga kompleks ofiolit. Kondisi ini menjadikan Meratus menarik tidak hanya bagi ilmuwan, tetapi juga sebagai kawasan yang menyimpan potensi sumber daya alam.

Selain itu, kawasan ini memiliki fungsi vital sebagai wilayah hulu berbagai sungai besar di Kalimantan Selatan. Sejumlah aliran sungai penting seperti Sungai Martapura, Sungai Negara, hingga Sungai Kusan bermula dari kawasan ini. Di dalamnya juga terdapat Waduk Riam Kanan yang menjadi salah satu infrastruktur sumber air dan energi penting di provinsi tersebut.

Dari aspek lingkungan, Pegunungan Meratus menyimpan kekayaan hayati yang tinggi. Hutan tropisnya menjadi habitat berbagai jenis flora seperti meranti, agathis, nyatoh, hingga durian hutan. Sementara dari sisi fauna, kawasan ini menjadi rumah bagi rusa, kijang, serta satwa endemik Kalimantan seperti bekantan.

Pegunungan Meratus dan Ruang Hidup Masyarakat Adat Dayak

Tidak hanya kaya secara ekologis, Meratus juga memiliki nilai budaya yang kuat. Kawasan ini menjadi ruang hidup masyarakat adat Dayak Meratus yang masih mempertahankan tradisi, pengetahuan lokal, serta pola hidup yang selaras dengan alam. Keberadaan mereka menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pegunungan Meratus juga mulai dikenal sebagai destinasi wisata alam. Aktivitas seperti pendakian, eksplorasi hutan, hingga wisata air di kawasan waduk menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Namun, di balik potensi tersebut, kawasan ini juga menghadapi tantangan serius, mulai dari tekanan aktivitas pertambangan hingga ancaman deforestasi.

Karena itu, Pegunungan Meratus tidak hanya dipandang sebagai bentang alam, tetapi juga sebagai kawasan strategis yang menyatukan aspek ekologi, ekonomi, dan budaya. Menjaga kelestariannya berarti menjaga sumber kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan untuk jangka panjang.

*diambil dari berbagai sumber
Editor: Tim Redaksi

Penulis

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular