BerandaKalimantanKalimantan SelatanMonitoring Karhutla Kalsel, Sekdaprov Tekankan Pentingnya Satu Data dan Kesiapsiagaan

Monitoring Karhutla Kalsel, Sekdaprov Tekankan Pentingnya Satu Data dan Kesiapsiagaan

Menurut dia, data yang akurat dan terintegrasi juga dibutuhkan untuk mengevaluasi efektivitas penanganan di lapangan. Pemerintah dapat mempertahankan langkah yang berjalan baik dan memperkuat strategi yang masih membutuhkan perbaikan.

Syarifuddin mengatakan penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan hingga masyarakat.

“Alhamdulillah, ini berkat kolaborasi semua pihak, baik TNI, Polri, pemerintah, relawan, maupun masyarakat. Dengan kerja sama ini, kita bisa meminimalkan dampak karhutla,” ujarnya.

Terkait kondisi di sekitar fasilitas kesehatan, Syarifuddin mengatakan pembersihan area sekitar rumah sakit telah dilakukan untuk mendukung kebutuhan evakuasi maupun penanganan kebakaran jika sewaktu-waktu diperlukan.

“Area di sekitar rumah sakit sudah kita lakukan pembersihan, sehingga nantinya bisa untuk melakukan evakuasi maupun pemadaman,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterbatasan ruang gerak dalam penanganan karhutla membuat seluruh sumber daya yang tersedia perlu dimanfaatkan secara maksimal.

“Karena ruang gerak kita terbatas, makanya langkah-langkah ini harus dimaksimalkan sehingga nantinya hasilnya pun lebih banyak lagi,” pungkasnya.

Menteri Kehutanan Minta Penguatan Pasukan Darat

Menteri Kehutanan, RI Raja Juli Antoni, menekankan perlunya penguatan pasukan darat dalam penanganan karhutla, terutama ketika kondisi cuaca belum mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Menurut Raja Juli, pemetaan dan pengerahan pasukan perlu disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Apabila dukungan water bombing belum mencukupi, kekuatan pasukan darat perlu ditambah, termasuk melalui sistem kerja bergiliran.

“Kalau dirasakan masih kurang, kita akan tambah. Pasukan darat wajib untuk ditambah dengan sistem shift,” ujarnya.

Raja Juli menekankan penambahan personel harus dilakukan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Pengelolaan sumber daya juga perlu dilakukan secara efektif agar dukungan personel dan peralatan tidak tumpang tindih dengan pembiayaan yang telah tersedia melalui APBN maupun APBD.

“Kita memiliki sumber daya yang terbatas. Seolah-olah harus kita kelola dengan baik,” katanya.

Selain pengerahan pasukan darat, penanganan karhutla juga didukung operasi udara dan OMC. Namun, Raja Juli mengatakan kondisi cuaca menjadi salah satu kendala pelaksanaan OMC karena potensi awan hujan masih terbatas.

Ia meminta seluruh pihak tetap mempertahankan kesiapsiagaan meski kondisi karhutla relatif terkendali. Upaya pemadaman dan pencegahan, menurutnya, perlu terus dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Hal ini tidak membuat kita berpuas diri yang kemudian membuat kita tidak termotivasi untuk berbuat yang lebih baik bagi rakyat,” katanya.

Penulis

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular