HALOBORNEO.COM, TANJUNG – Ratusan jemaah melaksanakan Salat Istisqa secara berjamaah di halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tabalong, Selasa (1/9/2026). Salat tersebut digelar sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau panjang.
Salat Istisqa dihadiri Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, serta diikuti jajaran pegawai Kemenag, tokoh agama, dan masyarakat setempat.
Pelaksanaan salat ini dilakukan di tengah kondisi kemarau yang memicu kekeringan sekaligus meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BACA JUGA : Pemprov Kalsel-Pemerintah Pusat Perkuat Konektivitas melalui Tiga Proyek Infrastruktur
Usai salat, Bupati mengatakan berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong, jumlah titik panas (hotspot) di wilayah tersebut masih relatif sedikit.
Menurut dia, kabut asap yang menyelimuti Tabalong dalam beberapa hari terakhir diduga berasal dari daerah lain.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi karhutla maupun kebakaran permukiman. Warga juga diimbau menjaga kesehatan karena paparan asap dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Titik api di Tabalong sebenarnya sangat kecil, kemungkinan besar asap ini berasal dari daerah lain. Namun, yang penting saat ini adalah menjaga kesehatan. Gunakanlah masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mencegah ISPA,” ujarnya.
BACA JUGA : Kasus ISPA di Kalsel Tembus 46 Ribu, Karhutla Picu Kenaikan hingga 35 Persen
Selain mengimbau penggunaan masker, Bupati mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Mari kita tingkatkan kewaspadaan, perbanyak istigfar, dan berdoa. Semoga melalui ikhtiar dan Salat Istisqa ini, hujan yang membawa berkah dapat segera turun membasahi bumi Tabalong,” tandasnya.
Penulis: JCS
Editor: Tim Redaksi



