HALOBORNEO.COM, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih lambat dibandingkan dengan kondisi normal klimatologis.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyebut keterlambatan ini dipengaruhi oleh fenomena El Niño sangat kuat yang saat ini menunjukkan anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik mencapai +2,63 dan diperkirakan bertahan hingga awal 2027.
“Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mundur pada 529 zona musim atau sekitar 61,08 persen wilayah daratan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
BACA JUGA: [HOAKS] Larangan Menampung Air Hujan Saat Operasi Modifikasi Cuaca
BMKG mencatat, awal musim hujan akan terjadi bertahap mulai November 2026 di 185 zona musim, kemudian Desember 2026 di 266 zona musim. Meski datang lebih lambat, sebagian besar wilayah tetap diprediksi mengalami curah hujan normal.
Untuk puncak musim hujan, BMKG memperkirakan akan berlangsung bergelombang mulai Desember 2026 hingga Februari 2027 di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, durasi musim hujan di lebih dari separuh zona musim diprediksi lebih pendek dari biasanya. Kondisi ini membuat pemerintah daerah diminta menyesuaikan strategi, mulai dari pengelolaan air hingga sektor pertanian.
BMKG juga mengingatkan akan potensi meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi basah meski musim hujan datang terlambat. Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan serta memanfaatkan musim hujan untuk pengisian waduk dan perluasan tanam.
“Informasi ini diharapkan menjadi dasar strategi adaptasi dan langkah antisipasi yang konkret,” kata BMKG.
Editor: Rizki



