HALOBORNEO.COM, JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah dengan melibatkan generasi muda sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman dan akses terhadap layanan keuangan syariah.
OJK mencatat tingkat literasi keuangan syariah sebesar 43,07 persen, sedangkan tingkat inklusinya berada di angka 13,24 persen. Data tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah dan akses terhadap produk serta layanan keuangan syariah.
BSI mendorong penguatan literasi tersebut, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa, melalui berbagai kegiatan edukasi dan pengembangan talenta. Salah satunya melalui partisipasi dalam Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026.
BACA JUGA : Begini Cara Cek Riwayat Kredit di SLIK OJK lewat iDebku
Mengusung tema “Learn, Innovate, Elevate”, ISFO menjadi ajang kompetisi bagi pelajar dan mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi di bidang keuangan syariah.
ISFO juga tercatat sebagai ajang talenta Bintang 5 Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. BSI menyebut pengakuan tersebut menjadi bagian dari penguatan posisi ISFO sebagai ajang pengembangan talenta di bidang keuangan syariah.
Wakil Direktur Utama BSI,Bob T. Ananta, mengatakan generasi muda memiliki peran dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah. Menurutnya, generasi muda tidak hanya perlu memahami produk dan konsep keuangan syariah, tetapi juga dapat berperan dalam menyebarkan edukasi di lingkungannya.
“Generasi muda memegang peran strategis dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah. Mereka bukan hanya perlu memahami konsep dan produk keuangan syariah, tetapi juga memiliki ruang untuk menjadi agen edukasi dan inovasi di lingkungannya,” ujar Bob.
Ia mengatakan pengembangan talenta muda menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas ekosistem keuangan syariah di Indonesia.
Melalui kolaborasi dengan OJK dan pemangku kepentingan lainnya, BSI mendorong keterlibatan lebih banyak generasi muda dalam kegiatan literasi keuangan syariah.
BACA JUGA : BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold
Di sisi produk, BSI menyediakan sejumlah layanan tabungan bagi pelajar dan generasi muda, di antaranya BSI TabunganKu dan BSI Tabungan SimPel iB. BSI mencatat jumlah tabungan pelajar hingga Juli 2026 tumbuh 10,90 persen secara tahunan.
BSI TabunganKu menawarkan fasilitas bebas biaya administrasi bulanan dan dapat terhubung dengan layanan digital BYOND by BSI. Sementara itu, BSI Tabungan SimPel iB ditujukan bagi pelajar dengan setoran awal mulai Rp1.000.
BSI berharap produk tabungan tersebut dapat menjadi salah satu akses bagi pelajar dan generasi muda untuk mengenal layanan keuangan formal sekaligus membangun kebiasaan menabung.
Sumber: Siaran BSI



