BerandaNasionalGunung Anak Krakatau Tumbuh Lagi Usai Runtuh 2018

Gunung Anak Krakatau Tumbuh Lagi Usai Runtuh 2018

HALOBORNEO.COM – Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan fase pertumbuhan setelah runtuh pada Desember 2018. Hingga 2026, aktivitas erupsi masih terus membangun tubuh gunung api tersebut.

Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama sejumlah lembaga internasional mencatat bahwa Gunung Anak Krakatau mengalami siklus pertumbuhan, erupsi, keruntuhan, dan pembangunan kembali.

“Setelah kolaps 2018, morfologi dan gaya erupsi berubah drastis, lalu diikuti fase pertumbuhan baru,” kata peneliti BRIN, Dini Nurfiani, dikutip dari laman resmi lembaga tersebut.

Gunung Anak Krakatau pertama kali muncul dari laut pada 1927 dan berkembang hingga mencapai ketinggian sekitar 330 meter sebelum runtuh pada 2018. Peristiwa itu menurunkan ketinggian gunung menjadi sekitar 120 meter sekaligus memicu tsunami di Selat Sunda.

BACA JUGA: Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Masih Berlaku

Pasca-runtuhan, aktivitas erupsi sempat dipengaruhi oleh interaksi antara magma dan air laut. Namun, sejak 2019, aktivitas mulai bergeser ke erupsi Strombolian, lava fountain, dan aliran lava yang membentuk kerucut baru.

Meski tumbuh kembali, proses ini tidak berlangsung simetris. Struktur gunung berdiri di tepi kaldera dengan kemiringan berbeda, sehingga memengaruhi stabilitas lereng.

Selain itu, tubuh gunung tersusun dari material berbeda, mulai dari tuf ringan hingga lava padat, yang turut memengaruhi dinamika pertumbuhannya.

“Perilaku gunung api tidak tetap, tetapi berubah mengikuti perkembangan tubuh gunung dan lingkungannya,” ujar Dini.

Editor: Rizki

Penulis

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular