BerandaKalimantan SelatanKabupaten Tanah LautKEPOIN KA Hadir di Desa Jilatan, Senjata Andalan Kader Posyandu Hadapi Era...

KEPOIN KA Hadir di Desa Jilatan, Senjata Andalan Kader Posyandu Hadapi Era 6 SPM

HALOBORNEO.COM, BATU AMPAR – Wajah semringah terlihat dari para kader Posyandu Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar, saat mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi digital KEPOIN KA (Kartu Elektronik Posyandu Terintegrasi 6 SPM untuk Navigasi Kader).

Aplikasi tersebut merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Muhammad Sofyan Taufik, S.K.M., tenaga promosi kesehatan (Promkes) Puskesmas Durian Bungkuk. Kehadiran KEPOIN KA dirancang untuk membantu kader Posyandu menghadapi semakin luasnya tugas pelayanan di tingkat desa.

Perubahan tersebut sejalan dengan penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang memperluas peran Posyandu. Jika sebelumnya Posyandu lebih banyak berfokus pada pelayanan kesehatan, kini perannya mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (trantibum linmas), dan sosial.

Ringankan Beban Administrasi Kader

Bertambahnya cakupan tugas membuat kader Posyandu membutuhkan sistem pencatatan yang praktis dan mudah digunakan. Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang dikembangkannya aplikasi KEPOIN KA.

BACA JUGA : Bapelkes Kalsel Dorong Dokter dan Bidan Perkuat Deteksi Dini serta Pelayanan Kesehatan Perempuan dan Bayi

Aplikasi ini dirancang sebagai semacam navigator digital yang membantu kader menjalankan tugas sekaligus melakukan pencatatan pelayanan. Basis utamanya tetap menggunakan format pelayanan Posyandu bidang kesehatan yang selama ini telah familiar bagi para kader.

Di sisi lain, KEPOIN KA juga mengakomodasi pencatatan pelayanan lintas sektor untuk lima bidang SPM lainnya melalui satu perangkat digital.

“Kader kita di lapangan adalah ujung tombak. Jangan sampai beban administrasi yang bertambah membuat mereka kewalahan. KEPOIN KA hadir agar kerja kader lebih terstruktur, praktis, dan tidak memakan waktu,” ujar Sofyan saat memberikan materi dalam kegiatan peningkatan kapasitas kader baru-baru ini.

Menampung Aspirasi Warga dan Data Secara Real-Time

Tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan, KEPOIN KA juga dilengkapi fitur partisipatif yang memungkinkan masyarakat menyampaikan kebutuhan, saran, dan usulan.

Masukan dari masyarakat serta data hasil kunjungan kader dapat dihimpun dalam sistem rekapitulasi digital. Data tersebut selanjutnya dapat diunduh oleh kader untuk mendukung proses pelaporan dan pengelolaan informasi di tingkat desa.

Ketersediaan data yang lebih cepat dan terstruktur diharapkan dapat membantu pengurus Posyandu maupun pemerintah desa dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk perencanaan pelayanan masyarakat.

Bagi pemerintah desa, data tersebut juga dapat menjadi salah satu bahan dalam menentukan kebijakan dan menyusun program yang lebih sesuai dengan kebutuhan warga.

Mendorong Posyandu Lebih Adaptif

Pelatihan penggunaan KEPOIN KA menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi pelayanan publik berbasis digital di tingkat desa.

Para kader mengikuti proses pengenalan aplikasi dan praktik penggunaannya sebagai bekal untuk menjalankan pencatatan pelayanan secara lebih terintegrasi.

BACA JUGA : Fathul Jannah Gaungkan Penguatan Posyandu 6 SPM dan PAUD Ramah Anak

Kehadiran inovasi digital ini diharapkan dapat membantu kader beradaptasi dengan perkembangan tugas Posyandu di era penerapan enam SPM.

Dengan dukungan teknologi yang lebih sederhana dan terintegrasi, Posyandu diharapkan mampu terus memberikan pelayanan kepada masyarakat secara efektif sekaligus menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan dalam perencanaan pembangunan di tingkat desa.

Inovasi KEPOIN KA yang dikembangkan Puskesmas Durian Bungkuk tersebut menjadi salah satu langkah dalam mendorong Posyandu agar semakin adaptif terhadap perubahan dan kebutuhan pelayanan masyarakat di era digital.

Editor: Tim Redaksi

Penulis

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular