BerandaKalimantanKalimantan SelatanFathul Jannah Gaungkan Penguatan Posyandu 6 SPM dan PAUD Ramah Anak

Fathul Jannah Gaungkan Penguatan Posyandu 6 SPM dan PAUD Ramah Anak

HALOBORNEO.COM, TABALONG – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Hj Fathul Jannah Muhidin, mendorong penguatan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta penerapan PAUD ramah anak di Kabupaten Tabalong.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Sosialisasi 6 SPM Posyandu dan Advokasi PAUD Ramah Anak di Balai Rakyat H Dandung Suchrowardi, Kompleks Pendopo Bersinar, Kabupaten Tabalong, Sabtu (12/9/2026) kemarin.

Fathul Jannah mengatakan Posyandu 6 SPM merupakan inovasi untuk memperluas cakupan pelayanan Posyandu. Pelayanan tidak lagi hanya berfokus pada bidang kesehatan, tetapi juga mencakup pendidikan, pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum.

BACA JUGA : Gubernur Kalsel Sampaikan Duka atas Musibah KM Virgo Transport 8, Pastikan Penanganan Korban Jadi Prioritas

“Dengan Posyandu 6 SPM ini, pelayanan Posyandu tidak hanya terbatas pada bidang kesehatan, tetapi juga pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum,” ucapnya.

Menurutnya, perluasan cakupan pelayanan tersebut membutuhkan pemahaman yang sama dari seluruh pihak yang terlibat. Sosialisasi dan diskusi perlu terus dilakukan agar penerapan 6 SPM dapat berjalan optimal dan tidak hanya dipahami oleh kader Posyandu, tetapi juga masyarakat.

Selain penguatan Posyandu, Fathul Jannah menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah bagi anak. Ia meminta penyelenggara PAUD memberikan layanan yang memenuhi kebutuhan anak tanpa diskriminasi, termasuk bagi anak dari keluarga kurang mampu dan anak berkebutuhan khusus.

“Kita semua, khususnya penyelenggara pendidikan anak usia dini, agar selalu mengutamakan kondisi lingkungan pendidikan yang ramah bagi anak,” ujarnya.

Ia menyebut, advokasi Bunda PAUD Kalsel diarahkan pada tiga hal utama, yakni akses dan keadilan, layanan PAUD ramah anak yang berkualitas, serta tata kelola dan kolaborasi.

Pembelajaran di PAUD, lanjutnya, diharapkan tetap berbasis bermain serta mendukung transisi dari PAUD ke SD yang menyenangkan. Anak tidak boleh mendapat tekanan untuk menguasai kemampuan membaca, menulis, dan berhitung secara paksa.

Penulis

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular