BerandaPeristiwa & HukumRatusan Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG

Ratusan Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG

HALOBORNEO.COM, SIDOARJO – Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026). Sejumlah sekolah di wilayah tersebut juga melaporkan peserta didiknya mengalami gejala serupa.

Otoritas setempat menyebut makanan yang diduga menyebabkan keracunan berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama, yakni SPPG Kalitengah, Tanggulangin.

Puluhan anak mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro, Sidoarjo, sejak Selasa hingga Rabu (2/9) siang.

BACA JUGA : BNPB Prioritaskan Penanganan Karhutla di Enam Provinsi

Sejumlah anak terlihat menggunakan kursi roda karena tidak mampu berdiri. Sebagian lainnya tiba dengan ambulans dalam kondisi lemas dan harus menjalani penanganan medis.

Pada Rabu siang, kondisi IGD RSUD Notopuro dilaporkan penuh. Rumah sakit bahkan menambah ranjang untuk menampung pasien. Sejumlah anak terpaksa berbaring di atas tandu karena seluruh ranjang di IGD telah terisi.

Di depan Pondok Pesantren Manbaul Hikam, empat ambulans masih disiagakan untuk membawa santri yang membutuhkan perawatan ke rumah sakit.

Otoritas setempat menyatakan telah menutup sementara SPPG Kalitengah yang memasok makanan MBG kepada para santri.

Namun, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menilai penghentian sementara operasional SPPG Kalitengah belum cukup.

“Dari lebih 40.000 kasus dugaan keracunan MBG di Indonesia, kasus di Sidoarjo harus menjadi titik berhenti,” kata Ketua Umum YLBHI Muhammad Isnur.

BACA JUGA : Jembatan Saka Harang Ambruk, Akses Warga Mantuil Terputus Total

Peristiwa tersebut bermula ketika makanan MBG tiba di Pondok Pesantren Manbaul Hikam pada Selasa sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebanyak sekitar 1.010 porsi makanan kemudian dibagikan kepada santri serta siswa Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Manbaul Hikam.

Pihak pesantren menyebut makanan tersebut tidak dimasak di dapur pesantren, melainkan dikirim dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo.

Pada Selasa sore hingga malam, sejumlah santri mulai mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan dan kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Sumber : BBC.COM

Penulis

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular