BerandaKalimantanKalimantan SelatanPemprov Kalsel-Pemerintah Pusat Perkuat Konektivitas melalui Tiga Proyek Infrastruktur

Pemprov Kalsel-Pemerintah Pusat Perkuat Konektivitas melalui Tiga Proyek Infrastruktur

HALOBORNEO.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) bersama pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten memperkuat kerja sama pembangunan infrastruktur melalui penandatanganan Adendum Nota Kesepakatan di Kediaman Gubernur Kalsel, Jalan Lingkar Dalam Selatan, Banjarmasin, Senin (31/8/2026).

Adendum tersebut mencakup pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan-Pulau Laut, pembangunan Koridor Lintas Tengah Pulau Laut, serta perbaikan alinyemen Koridor Banjarbaru-Mantewe.

Penandatanganan dilakukan Gubernur Kalsel, H Muhidin, bersama Bupati Kotabaru, Bupati Tanah Bumbu, dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar.

BACA JUGA : Kasus ISPA di Kalsel Tembus 46 Ribu, Karhutla Picu Kenaikan hingga 35 Persen

Gubernur Kalsel, H Muhidin, mengatakan pembangunan ketiga infrastruktur tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan membuka akses menuju pusat pertumbuhan ekonomi.

Menurut Muhidin, pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan-Pulau Laut perlu didukung jaringan jalan yang terhubung dengan kawasan ekonomi dan pelabuhan. Konektivitas tersebut dinilai penting untuk mendukung distribusi barang.

“Percuma kita membuat jalan kalau jalannya tidak bisa dilewati peti kemas,” ujar Muhidin.

Pemprov Kalsel, lanjutnya, menyiapkan dukungan anggaran melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten untuk mendukung pembangunan koridor jalan. Penerangan di sepanjang jalur utama juga menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan infrastruktur tersebut.

“Kalau ini kerja sama kita kolaborasi, insya Allah jalan itu sudah terang,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizali Anwar, mengatakan pemerintah terus mendorong pembangunan konektivitas kawasan melalui ketiga proyek tersebut.

Untuk pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan-Pulau Laut, dukungan Ditjen Bina Marga mencakup bentang utama dan sebagian bentang pendekat dengan nilai kontrak sekitar Rp2,9 triliun.

Hingga saat ini, progres konstruksi jembatan mencapai 68,2 persen. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dan dapat beroperasi pada akhir 2028.

“Target kita di akhir tahun 2028 jembatan ini sudah operasional,” ujar Roy.

Konektivitas kawasan juga akan diperkuat melalui pembangunan Koridor Lintas Tengah Pulau Laut sepanjang 75 kilometer dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp2 triliun. Koridor tersebut dirancang menghubungkan kawasan jembatan, pelabuhan, hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mekar Putih.

BACA JUGA : Kapolda Kalsel Terapkan Metode Gambut Injection di Lokasi Karhutla Banjarbaru

Sementara itu, perbaikan alinyemen Koridor Banjarbaru-Mantewe dilakukan melalui dua paket pekerjaan, yakni segmen KM 12 dengan nilai Rp152,6 miliar dan Gunung Batu Tua senilai Rp199,1 miliar.

Kedua paket pekerjaan tersebut telah mencapai progres lebih dari 58 persen dan ditargetkan rampung pada Oktober 2026.

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) mengenai dukungan pembiayaan pembangunan infrastruktur.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK, Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah, Wakil Kapolda Kalsel, Brigjen Pol. Noviar, jajaran TNI, para bupati dan wali kota se-Kalsel, tenaga ahli gubernur, pejabat pimpinan tinggi pratama Pemprov Kalsel, kepala balai dan unit pelaksana teknis Kementerian PU di Kalsel, serta pimpinan BUMN dan BUMD.

Editor: Tim Redaksi

Penulis

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular