HALOBORNEO.COM, BANJARMASIN – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus meningkat seiring memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, dr Diauddin, mengatakan peningkatan kasus tersebut terlihat dari data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) hingga Senin (31/8/2026).
“ISPA setiap harinya selalu bertambah. Sampai hari ini sudah 46 ribu lebih,” kata Diauddin seperti di lansir dari Jejakrekam.com, Senin (31/8/2026).
Menurut dia, kenaikan kasus paling signifikan terjadi saat musim karhutla. Dalam sepekan, rata-rata laporan kasus ISPA mencapai sekitar 7.900 kasus.
BACA JUGA : Kapolda Kalsel Terapkan Metode Gambut Injection di Lokasi Karhutla Banjarbaru
Angka tersebut meningkat sekitar 35 persen dibandingkan kondisi tanpa karhutla, yang rata-rata berada di kisaran 5.300 kasus per minggu.
“Tadinya hanya 5 ribuan, sekarang jadi 7 ribuan,” ujarnya.
Banjarmasin Tertinggi
Berdasarkan data yang diterima Dinkes Kalsel, tiga wilayah dengan laporan kasus ISPA tertinggi saat ini yakni Kota Banjarmasin dengan lebih dari 5.000 kasus, Kabupaten Banjar lebih dari 4.000 kasus, dan Kota Banjarbaru sebanyak 358 kasus.
Diauddin, mengatakan Dinkes Kalsel telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menghadapi peningkatan kasus ISPA.
Kesiapan tersebut meliputi Puskesmas, tenaga kesehatan, peralatan oksigen hingga rumah sakit. Hingga kini, fasilitas kesehatan di Kalsel disebut masih mampu menangani pasien ISPA dan belum mengalami kewalahan.



