Selain itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat dengan memantau perkembangan kualitas udara, titik panas (hotspot), serta kondisi cuaca.
“Ketersediaan tenaga kesehatan, obat-obatan, dan oksigen terus kami pantau,” katanya.
Diauddin mengatakan perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti balita, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta.
Data kasus yang masuk juga terus divalidasi untuk memastikan respons penanganan di lapangan berjalan sesuai kondisi terkini.
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Di tengah kualitas udara yang memburuk, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama jika tidak memiliki keperluan mendesak.
“Mengingat kualitas udara yang tidak baik, kalau tidak ada urusan penting jangan keluar rumah. Kalau pun keluar rumah harus pakai masker, selanjutnya perlu istirahat cukup,” imbau Diauddin.
BACA JUGA : Harga BBM Nonsubsidi di Kalsel Turun
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan sirkulasi udara di dalam rumah, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, mencukupi kebutuhan cairan, serta mengonsumsi makanan bergizi.
Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan yang semakin berat atau sesak napas.
“Segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan yang semakin berat atau sesak napas,” pungkasnya.
Sumber : Jejakrekam



