Kariernya juga mencakup posisi Vice President Mezzanine Capital Unit di OCBC serta Managing Director di KV Asia Capital. Thomas menempuh pendidikan keuangan di NYU Stern School of Business dan meraih gelar MBA dari University of Chicago Booth School of Business.
Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Thomas dalam memimpin perusahaan penerbangan yang membutuhkan pengelolaan modal, likuiditas, biaya operasional, dan arus kas secara cermat. Pemulihan armada dan pengembangan jaringan penerbangan juga perlu diimbangi dengan kemampuan perusahaan menjaga keberlanjutan keuangan.
Selain pergantian direktur utama, RUPSLB juga menetapkan sejumlah perubahan dalam susunan direksi dan komisaris Garuda Indonesia.
Alan McIntyre ditunjuk sebagai Direktur Komersial. Ia sebelumnya pernah menjabat Executive Manager Strategy di Qantas Group dan Chief Customer and Commercial Officer di Jetstar.
Sementara itu, Eric Ferdinand Sofyal dipercaya sebagai Direktur Operasi. Ia pernah menjabat Direktur Operasi Citilink dan menduduki sejumlah posisi operasional di Garuda Indonesia.
Dina Sandri Fani ditunjuk sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service. Adapun Balagopal Kunduvara tetap menjabat Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Mukhtaris sebagai Direktur Teknik, serta Neil Raymond Mills sebagai Direktur Transformasi.
Di jajaran komisaris, Glenny H Kairupan ditetapkan sebagai Komisaris Utama. Garuda juga menunjuk Jaan Albrecht dan Trey Urbahn sebagai Komisaris Independen.
BACA JUGA : Harbolnas 2026 Ditargetkan Tembus Rp 40 Triliun, Pemerintah Dorong Penguatan Ekonomi Digital
Jaan memiliki pengalaman memimpin sejumlah perusahaan dan organisasi penerbangan, termasuk Saudia Airlines, Austrian Airlines, dan Star Alliance. Sementara itu, Trey memiliki pengalaman sebagai penasihat dan pengawas di sejumlah perusahaan penerbangan, termasuk Spirit Airlines, Etihad Airways, dan TAP Air Portugal.
Susunan Direksi Garuda Indonesia Setelah RUPSLB
- Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
- Direktur Operasi: Eric Ferdinand Sofyal
- Direktur Teknik: Mukhtaris
- Direktur Komersial: Alan McIntyre
- Direktur Human Capital & Corporate Service: Dina Sandri Fani
- Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills
Susunan Komisaris Garuda Indonesia Setelah RUPSLB
- Komisaris Utama: Glenny H. Kairupan
- Komisaris: Sugito Anjasmoro
- Komisaris: Chairal Tanjung
- Komisaris Independen: Mawardi Yahya
- Komisaris Independen: Jaan Albrecht
- Komisaris Independen: Trey Urbahn
Kinerja semester I 2026 menjadi salah satu indikator perkembangan pemulihan Garuda Indonesia. Namun, penurunan rugi bersih dan pertumbuhan pendapatan masih perlu diikuti pengendalian biaya serta peningkatan kinerja operasional secara berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinan Thomas, tantangan utama Garuda Indonesia adalah mempertahankan pertumbuhan pendapatan, mengelola tekanan biaya avtur, dan memastikan pemulihan operasional berkontribusi terhadap perbaikan keuangan perusahaan dalam jangka panjang.
Sumber: Wartaekonomi



