BerandaNasionalKopdes Merah Putih Didorong Jadi Alternatif Pembiayaan Warga

Kopdes Merah Putih Didorong Jadi Alternatif Pembiayaan Warga

Menurut Ferry, angka tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara pemahaman masyarakat mengenai keuangan syariah dan pemanfaatan layanannya. Karena itu, MES mendorong lebih banyak pengusaha Muslim, termasuk generasi muda, memanfaatkan layanan keuangan syariah untuk mengembangkan usaha.

Target 35.000 Kopdes Beroperasi

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan sebanyak 35.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026 dan mulai beroperasi pada September 2026.

Pemerintah, kata Zulkifli, tengah mempercepat penyelesaian pembangunan koperasi tersebut di berbagai daerah. Kopdes Merah Putih diharapkan dapat berfungsi sebagai infrastruktur ekonomi sekaligus offtaker bagi produk yang dihasilkan masyarakat desa.

“Sementara Koperasi Desa Merah Putih akan selesai 35.000 insyaallah di Agustus akhir, sehingga September bisa operasi,” kata Zulkifli di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut dia, pemerintah memastikan pembangunan Kopdes Merah Putih berjalan sesuai target. Keberadaan koperasi tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok sekaligus meningkatkan penyerapan hasil produksi masyarakat desa.

Zulkifli mengatakan Kopdes Merah Putih akan berperan sebagai offtaker yang membantu menyerap produk masyarakat. Fungsi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun infrastruktur ekonomi yang lebih dekat dengan kegiatan produksi di tingkat desa.

Program tersebut tidak berhenti pada target 35.000 koperasi pada 2026. Pemerintah menyiapkan kelanjutan pembangunan sekitar 30.000 hingga 35.000 koperasi desa pada tahun berikutnya.

BACA JUGA : Semarakkan Hari Pelanggan Nasional, Honda Trio Motor Ajak Jurnalis, Komunitas, dan Konsumen Fun Padel

“Tahun ini 35.000, tahun depan diperkirakan akan juga kita bisa selesaikan 30 sampai 35.000 desa,” ujar Zulkifli.

Namun, Zulkifli mengakui masih terdapat pembangunan Kopdes Merah Putih yang perlu ditertibkan dan dikoreksi. Pemerintah menemukan sejumlah lokasi pembangunan yang dinilai tidak tepat, termasuk di wilayah pegunungan.

“Ada di sana-sini yang tidak tepat, tentu kita akan koreksi, seperti pembangunan di gunung-gunung, ada satu dua atau berapa banyak, kita akan tertibkan,” kata Zulkifli.

Pemerintah akan melakukan penataan terhadap pembangunan yang dinilai tidak sesuai agar pengembangan Kopdes Merah Putih tetap sejalan dengan tujuan program dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

Dengan target 35.000 koperasi mulai beroperasi pada September 2026, pemerintah menempatkan Kopdes Merah Putih sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat ekonomi dan rantai pasok di tingkat desa. Program tersebut akan dilanjutkan secara bertahap dengan target tambahan sekitar 30.000-35.000 koperasi pada tahun berikutnya.

Sumber: Republika

Penulis

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular