HALOBORNEO.COM, BANDUNG — Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, meninjau langsung Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (24/9/2026) pagi, untuk memastikan kesiapan venue yang akan digunakan pada FIFA ASEAN Cup 2026 Grup B Divisi 1 yang dimulai pada 25 September 2026.
Dalam kunjungannya, Erick, yang juga menjabat sebagai Menpora, menyebut persiapan stadion berjalan baik, termasuk pemasangan elemen branding yang sudah hampir rampung.
“Saya ingin memastikan persiapan di Jalak Harupat berjalan seperti biasa. Seperti biasa, artinya sudah baik. Makanya kita coba cek tadi branding-nya seperti apa. Alhamdulillah, sudah mulai terpasang hampir 80 persen di lapangan,” ujar Erick, dikutip dari laman resmi kemenpora.go.id.
Ia juga menegaskan bahwa kondisi lapangan sudah memenuhi standar dan siap digunakan untuk pertandingan berlevel internasional. Menurutnya, dukungan dari FIFA turut memperkuat kesiapan penyelenggaraan, termasuk aspek logistik dan akomodasi tim peserta.
“Logistik dan transportasi tim-tim yang bermain itu semua juga dari FIFA. Karena itu, saya ucapkan terima kasih kepada FIFA yang sudah memberikan dukungan yang luar biasa kepada Indonesia,” katanya.
BACA JUGA: Dispar Kalsel Gandeng Generasi Muda Jaga Geopark Meratus
FIFA ASEAN Cup 2026 Grup B Divisi 1 sendiri akan diikuti oleh empat tim, yakni Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan. Erick menyebut turnamen ini akan menghadirkan pertandingan berkualitas karena digelar dalam kalender resmi FIFA yang membuat klub wajib melepas pemainnya.
“Artinya semua klub di seluruh dunia harus melepas pemainnya. Nah, ini yang membedakan FIFA ASEAN Cup, pertandingan-pertandingannya sangat layak untuk disaksikan,” ujarnya.
Erick juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung, Polda Jawa Barat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan ajang tersebut, termasuk upaya mengajak masyarakat hadir langsung ke stadion.
Ia menambahkan, penyelenggaraan event internasional ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi dan menjadi sarana pengembangan sepak bola di level akar rumput.
“Ini bukan hanya sekadar pertandingan sepak bola, tetapi bagaimana pemerintah ingin Indonesia punya event-event besar internasional. Ini juga menjadi showcase pembangunan infrastruktur kita,” tegasnya.
Editor: Rizki



