HALOBORNEO.COM, BANJARBARU – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan kini mulai mengandalkan pendekatan baru yang lebih menyasar sumber api di bawah permukaan tanah. Metode tersebut dikenal dengan istilah gambut injection atau suntik gambut.
Teknik ini menjadi sorotan dalam operasi pemadaman karhutla di Banjarbaru, yang beberapa waktu terakhir turut melibatkan langsung Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, di lapangan.
Berbeda dengan pemadaman konvensional yang hanya menyiram permukaan, gambut injection dilakukan dengan menyuntikkan air bertekanan langsung ke dalam lapisan tanah gambut yang terbakar. Cara ini dinilai lebih efektif karena api pada lahan gambut kerap tidak terlihat di permukaan, namun masih aktif di dalam tanah.
Dikutip dari berbagai sumber, secara teknis, metode ini menggunakan alat khusus bernama peat injector yang terhubung dengan pompa bertekanan tinggi. Air kemudian dialirkan ke titik hotspot hingga mencapai kedalaman tertentu untuk mendinginkan sumber api dari dalam.
Dalam praktik di lapangan, tim pemadam terlebih dahulu mengidentifikasi titik panas, kemudian alat ditancapkan ke tanah dan air disuntikkan langsung ke lapisan gambut. Proses ini dilakukan berulang kali di beberapa titik untuk memastikan bara api benar-benar padam.
Metode ini digunakan karena karakteristik kebakaran gambut yang berbeda dari kebakaran biasa. Api dapat merambat di bawah tanah hingga beberapa meter dan berpotensi muncul kembali meski permukaan sudah terlihat padam atau mengalami re-ignition.
BACA JUGA: Kapolda Kalsel Terapkan Metode Gambut Injection di Lokasi Karhutla Banjarbaru
Di beberapa lokasi di Banjarbaru, metode ini mulai dipadukan dengan teknik pemadaman lain seperti penyiraman permukaan dan dukungan water bombing udara, guna mempercepat proses pendinginan area terbakar.
Selain lebih menyasar sumber api, gambut injection juga dinilai membantu mengurangi risiko kebakaran berulang yang kerap terjadi di lahan gambut saat musim kemarau panjang.
Sejumlah uji lapangan menunjukkan metode ini mampu menurunkan suhu tanah secara signifikan di sekitar titik suntik, sehingga api di bawah permukaan dapat dikendalikan lebih efektif dibandingkan dengan penyiraman biasa.
Dengan kondisi lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan, metode ini kini menjadi salah satu pendekatan baru yang mulai diperluas penggunaannya dalam penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.
Editor: Tim Redaksi



