HALOBORNEO.COM – Nama Destry Damayanti resmi menjadi sorotan setelah disetujui sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026–2031. Sosok ekonom senior ini bukanlah wajah baru di dunia keuangan nasional, dengan rekam jejak panjang di sektor perbankan, kebijakan ekonomi, hingga lembaga negara.
Lahir di Jakarta pada 16 Desember 1963, Destry memiliki latar belakang akademik yang kuat di bidang ekonomi. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan pendidikan Master of Science di Cornell University, Amerika Serikat.
BACA JUGA: Komisi IX DPR RI Setujui Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2031
Karier Destry dimulai dari dunia riset ekonomi. Ia pernah menjadi peneliti di Harvard Institute for International Development serta aktif di lingkungan akademik Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi fondasi awal sebelum ia terjun lebih dalam ke sektor keuangan dan kebijakan publik.
Di sektor perbankan dan pasar keuangan, Destry dikenal sebagai ekonom yang berpengalaman. Ia pernah bekerja di Citibank Indonesia, kemudian menjabat sebagai Senior Economic Advisor untuk Kedutaan Besar Inggris di Indonesia. Namanya semakin dikenal saat menjadi Kepala Ekonom di Mandiri Sekuritas dan Bank Mandiri.
Dari Satgas Ekonomi di Kementerian BUMN hingga Pimpin Bank Indonesia
Kariernya di sektor publik juga cukup panjang. Destry pernah dipercaya menjadi Ketua Satuan Tugas Ekonomi di Kementerian BUMN serta menjabat sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 2015–2019.
Pada 2019, Destry resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, posisi strategis yang membuatnya terlibat langsung dalam perumusan kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan nasional. Ia kemudian kembali dipercaya untuk periode kedua sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Gubernur BI.
Dengan pengalaman lintas sektor—mulai dari akademisi, perbankan, hingga regulator—Destry dinilai memiliki pemahaman komprehensif terhadap dinamika ekonomi nasional maupun global.
Kini, sebagai Gubernur Bank Indonesia, Destry dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari menjaga stabilitas nilai rupiah, mengendalikan inflasi, hingga memperkuat transformasi digital di sektor keuangan.
Kehadirannya di pucuk pimpinan bank sentral diharapkan mampu membawa kebijakan yang adaptif sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global yang terus berubah.
[Catatan Redaksi: Artikel ini disusun dari berbagai sumber terbuka dan dirangkum untuk kepentingan informasi publik.]



